ini cerita tentang anak tengah malam..
yang biasa terjaga sampai nanti ayam berbunyi..
ini bait ditulis dengan mendadak dari suara alam..
tanpa berhenti aku merenung mengukur diri..
sampaikan curahan ini ya tuhan..
aku mungkin bukan seperti yang mereka mau.. dan saatnya tiba, bukan terjadi apa yang aku mau.. mereka mungkin mencari sesosok jiwaraga yang sempurna.. tapi bukankah semua ini tak sempurna?
ada yang berkata bahwa cinta seperti air, yang dimana bisa merayap ke celah celah terkecil.. tapi tidak bagiku..
cinta hanya garis yang dibuat di atas pasir.. orang bisa menggaris untuk lawannya karena cinta, kasihan, atau hanya melampiaskan.. itulah menurutku.
ya.. baru aku sadari aku terlalu ‘WAH’ untuk mencari wanita. aku sadar aku tak bisa mengimbangi mereka. tanpa berkaca aku terlalu bangga menjadi seorang manusia.
ini kidung tengah malam, yang baru aku sadari aku tidak mungkin menjadi impian mereka.. ini tulisan sial bagi aku yang membacanya, tapi jalan bagi hati yang terpendam sekian lamanya..
air bisa menang terhadap api, tapi terkadang api bisa menjadikan air uap2 tak berharga.. suatu saat nanti, aku akan menjadi api dalam bayang ilusi hidupmu . bersiaplah menjadi uap tak berguna.. wahai mereka yang merasa menyisihkanku.
ANJING !