sampai dimana ketika malam hari datang. setiap butir-butir darah deras. setiap lika-liku otak yang terjepit terhimpit melihat semua sudut ruang. berputar dengan detik dan menit dan menarik selimut dan menggigit lidah dan memaksa memejamkan mata.
menahan tusuk-tusuk air mata, menghempas lembar-lembar indah, mencaci diri ini akan hidup yang menjarum sepi dalam hari. dan menelan ribu-ribu racun, serbukan memabukkan.
mencari sisi cinta sejati. tapi makhluk semua tak selalu sempurna. itulah ego yang mengerat kayu dan cangkang logika. menumpah tumpahan tumpah pena. ingin menyayat nadi lewat kata yang terlalu dibuat bersastra.
menyulut korek api yang berlidah api dan menciumkan pada ujung-ujung kertas dan tembakau. memompa jakun menelan air surga. dan dia kembali ke pelukanku, JIKA !. akankah suatu makna kearifan cinta masuk dan berasyik mahsyuk dalam hati yang membatu dan terkutuk?
tanah tempat berpijak jadikan kakiku kaku. air untuk hidup berpura tahu aku tidak tahu. angin dimana masukkan udara yang bantu aku bernyawa berikan debu dan sendu ditepi dan dasar kalbu.
terinjak..
tertuduh..
terpelanting..
terbontang-banting..