Begitu lama aku terlibat dalam hidupnya, tapi mengapa? begitu sulit tampaknya dia melupakan dia.. kukira dia berkata benar dalam bicaranya.. menjadi seorang diri setelah sepertinya jengah pada apa yang di hadapinya sekarang.. ternyata tidak, tetap saja dia ingin kembali pada pintu yang dahulu.. begitu senang.. hingga akhirnya dia menemukan jalan, untuk mendekati pintu itu.. untuk mengejar secuil ilmu.. tapi aku akhirnya tau apa alasan yang sebetulnya besar, dia berharap sangat besar pada dia, seperti aku berharap besar padanya.. ya.. alam sekitarnya berbicara bahwa itulah yang hanya membuatnya semangat, berambisi, dan membuat hari harinya bahagia.. tak apa.. padahal aku sendiri yang membuka jalannya..

Kadang hidup bagiku tak adil.. itukah balasan yang ku korbankan selama ini? sampai menjadi ejekan orang orang yang disampingku.. bahkan tak jarang orang orang merendahkannya.. dia tetap tidak membuka hatinya untukku.. jika aku bertanya pada tuhan.. siapa kelak yang akan membuatku merasa beda dari sekarang? aku berharap dan hanya berharap saja  jawabannya adalah….

. FARAHDINA .